ILMU DAN KARYA

ILMU & KARYA UNTUK KESEJAHTERAAN
Showing posts with label Sorong Selatan. Show all posts
Showing posts with label Sorong Selatan. Show all posts

17 March 2018

MAHASISWA PDD-AK KABUPATEN SORONG SELATAN (AKNESS) PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI AMBON





Mahasiswa PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan, persiapan Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan (AKNESS)  pada semester genap 2017/2018 diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kota Ambon.  Penentuan lokasi PKL di Kota Ambon  didasarkan pada hasil survey tim pengelola dengan beberapa pertimbangan diantaranya adalah beragamnya kegiatan pengolahan produk sagu  pada beberapa lokasi di kota Ambon.  

28 August 2017

Mahasiswa Baru Akness Mengikuti kegiatan PKKMB di Kampus 2 Unipa


Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertujuan untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya. Muatan materi dalam kegiatan ini antara lain tentang pengenalan sistem pendidikan tinggi, kegiatan akademik dan kemahasiswaan, kebijakan kampus, serta materi bela negara, radikalisme, penyalahgunaan narkoba sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi.

27 August 2017

21 Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan mendapat beasiswa Bidik Misi


Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

31 May 2017

Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa PDD AK Kabupaten Sorong Selatan di Kabupaten Luwu Utara

PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu pendidikan vokasi di Provinsi Papua Barat. PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan menyelenggarakan pendidikan vokasi yang focus pada pengembangan komoditi sagu. Dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan  menyelenggarakan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) bagi mahasiswa.  PKL merupakan mata kuliah  kerja yang dilakukan mahasiswa di perusahaan/lembaga lain yang memiliki keterkaitan keilmuan dan/atau keprofesian dengan latar belakang progam pendidikan mahasiswa.
Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu daerah sentra pertumbuhan tanaman sagu.  Sebanyak 6 orang mahasiswa PDD AK Kabupaten Sorong Selatan melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan semester genap 2016/2017 di kabupaten ini.   Musa Koibur, STP., selaku panitia pelaksana menjelaskan bahwa PKL mahasiswa PDD AK Kabupaten Sorong Selatan diarahkan ke Luwu Utara  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa selain itu mahasiswa diharapkan mampu hidup bermasyarakat selama kegiatan di Luwu Utara. Melalui kegiatan ini diharapkan juga dapat membuka jaringan kerjasama antara PDD AK Kabupaten Sorong Selatan dengan lembaga-lembaga atau instansi terkait yang focus pada pengembangan sagu.

01 February 2017

PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA PDD AK KABUPATEN SORONG SELATAN (AKNESS)

 Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan mata kuliah kerja yang dilakukan mahasiswa di perusahaan/lembaga lain yang memiliki keterkaitan keilmuan dan/atau keprofesian dengan latar belakang progam pendidikan mahasiswa.
Kegiatan PKL AKNESS semester genap 205/2016 diselenggarakan di  Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan.   Dalam teknis pelaksanaannya, kegiatan PKL dilaksanakan dalam 3 bentuk kegiatan yaitu kegiatan inventariasi dan pengamatan potensi dusun sagu milik masyarakat, kunjungan lapangan pada Pabrik Sagu milik PT. Perum Perhutani.

17 December 2015

Kuliah Praktek Lapangan Mahasiswa

Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan memiliki 3 program studi vokasi level diploma II yaitu Program Studi Budidaya Tanaman Sagu, Agribisnis dan Agroindustri. Dalam proses  pendidikan,  tiap program studi  menerapkan sistem kurikulum  agar mahasiswa dapat memiliki kemampuan  sesuai standar kompetensi pada tiap mata kuliah. 

Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan

15 December 2015

BERBURU CALON MAHASISWA


Dalam tulisan ini, pengelola AKNESS sedikit berbagi cerita kepada para pembaca. Akness adalah singkatan dari Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan.  Akademi ini didirikan pada tahun 2014, dan merupakan program kerjasama Pemda Kabupaten Sorong Selatan dengan Universitas Papua.

14 December 2015

Penyerahan Penghargaan Universitas Papua kepada Bupati Sorong Selatan, Drs. Otto Ihalauw, MA.

Kampus Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan kini telah berjalan selama 3 semester. Sejak didirikan pada tahun 2014,  keberadaan kampus Akness mulai menunjukkan perkembangan. Pendirian Kampus merupakan bagian dari program kerjasama pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dengan Universitas Papua. Program ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan vokasi.
Upaya ini tidak lepas dari usaha dan komitmen Bupati Sorong Selatan (Drs. Otto Ihalauw, MA). Sebagai bentuk apresiasi Universitas Papua kepada Bupati Sorong Selatan, Rabu, 11 November 2015, dilaksanakan kegiatan acara ramah tamah dan penyerahan penghargaan dari Universitas  Papua kepada Bupati Sorong Selatan.  Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Pj. Rektor Unipa, Dr.Ir. Onesimus Yoku, MS, didampingi Wakil Rektor II (Ir. Paulus Chadikun, M.Si) dan Wakil Rektor IV (Ir. Budianto, MS).

Sagu dalam Kehidupan Masyarakat Papua. Kuliah Umum oleh Drs. Tonce W Krenak di Kampus Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan

Drs. Wolas T Krenak, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan. Dalam penyampaian materinya, dijelaskan bahwa, tanaman sagu merupakan salah satu potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Tanaman ini mampu menampung  pati dalam batangnya. Rata-rata daya tampung pati dalam batang sagu dapat mencapai 700-900 kg. 
Tanaman sagu identik dengan budaya masyarakat Papua. Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tanaman sagu.  Potensi ini merupakan anugerah dan berkat yang Tuhan berikan kepada masyarakat Papua.  Bagi masyarakat Papua, terlebih khusus masyarakat Sorong Selatan, tanaman sagu memiliki peran penting dalam pemenuhan kehidupan hidup. Pati tanaman sagu adalah sumber karbohidrat, daunnya dapat digunakan sebagai atap, untuk beberapa jenis sagu tertentu, masyarakat menggunakan tulang daunnya  sebagai anak panah. Bagian pelepah daun digunakan sebagai alat bantu dalam proses peramasan pati sagu. 
Di wilayah Sorong Selatan, tiap marga memiliki dusun sagu. Dusun sagu ini kemudian dimanfaatkan tidak hanya sebagai sumber pati, namun juga merupakan tempat untuk melakukan perburuan, baik itu berburu babi hutan, kasuari, ulat sagu dan jenis hewan liarnya yang dijadikan sebagai bahan pangan sumber protein. 

Selain sumber pati dan hewan buruan, dusun sagu juga merupakan sumber sayuran, beberapa jenis tanaman tertentu adalah jenis sayuran yang biasanya dipanen oleh masyarakat sebagai bahan pangan. Jenis sayuran tersebut antara lain pakis (jenis tanaman paku-pakuan), genemo, dan beberapa jenis tanaman sayuran lainnya (HT).   

Kuliah Umum oleh Drs. T. Wolas Krenak (Anggota MRP Papua Barat)

  
Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan 


Proses Peramasan Aci Sagu oleh Masyarakat di Kampung Nakna, Sorong Selatan








03 May 2015

Mengenal Jamur Sagu (Volvariella sp)

Pendahuluan

Jamur sagu merupakan salah satu jenis jamur edibel yang tumbuh liar pada ampas sagu.  Morfologi jamur sagu menyerupai jamur merang (Volvariella volvacea) memiliki organ yang disebut Volvas sebagai penciri jamur dari genus Volvariella. Sampai saat ini jamur sagu masih disebut Volvariella sp. karena belum  dilakukan identifikasi secara menyeluruh.

Karakteristik  Jamur Sagu

Bentuk dan morfologi jamur sagu yang ditemukan di Kabupaten Yapen, Desa Warari hanya satu jenis yang merupakan genus dari Volvariella sp. Penampilan morfologi jamur sagu asal  Kabupaten Yapen yang tumbuh secara alami dan pengujian budidaya disajikan pada Gambar 1.
Barahima et al. (2011) melaporkan bahwa jamur sagu memiliki struktur tubuh buah yang cukup besar. Panjang stipe antara 7,5-12,5 cm dengan rata-rata 10,5 cm, diameter stipe antara 0,3-0,7 cm dengan rata-rata 0,44 cm, diameter pileus (tudung) antara 8-12 cm dengan rata-rata 10,1 cm. Jamur edible lain yang memiliki kemiripan dengan jamur sagu yaitu V. Volvacea dan V. gloiocephala.
Warna pileus jamur sagu terbagi menjadi tiga bagian yaitu lingkaran bagian dalam berwarna hitam, lingkaran bagian tengah berwarna abu-abu, dan lingkaran bagian luar berwarna krem. 
Jamur sagu juga memiliki Volvas yaitu selaput yang membungkus bagian pangkal stipe. Volvas jamur sagu berwarma krem keputihan dan menyerupai selaput (Gambar 1). Jamur sagu yang ditemukan di Desa Warari Kecamatan Yapen Selatan, Kabupaten Yapen memiliki bentuk spora bulat sampai bulat lonjong. Ukuran panjang spora antara 5-10 μm dengan rata-rata 7,8 μm, diameter spora antara 5-7,5 μm dengan rata-rata 5,5 μm, dan spora berwarna kuning mengkilap. Ukuran spora jamur sagu sedikit lebih kecil dibanding dengan spora jamur merang.

Potensi Pengembangan Jamur Sagu   di Kabupaten  Sorong Selatan

Kabupaten Sorong Selatan memiliki potensi hutan sagu yang melimpah.  Proses pemerasan sagu untuk memperoleh aci yang menghasilkan limbah ampas sagu  belum banyak dimanfaatkan sebagai media tumbuh untuk budidaya jamur sagu. 
Selain di Kabupaten Yapen, Sorong Selatan juga memiliki potensi jamur sagu. Hasil uji pendahuluan menunjukkan jamur sagu dapat tumbuh pada kompos  ampas sagu yang dicampur batu kapur. Walaupun demikian upaya pengujian dan perbaikan kualitas nutrisi kompos  ela sagu yang baik untuk media tumbuh jamur sagu perlu terus diakukan.



Sumber  Pustaka :
Barahima A., Listyorini F H., dan Martanto E A. 2011.  Karakteristik Jamur Sagu (Volvariella sp.) Endemik Papua. Jurnal Natur Indonesia. 13(2): 168-173.
Training Manual on Mushroom Cultivation Technolog Asian and Pacific Centre for Agricultural Engineering and Machinery (APCAEM) .  A-7/F, China International Science and Technology Convention centre


30 October 2014

Survey Awal Dusun Sagu Persiapan Lokasi Praktek Mahasiswa AKNESS


Pengelola Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan layanan pendidikan  kepada mahasiswa. Semangat awal pendirian kampus ini berangkat dari potensi sumber daya lokal di Sorong Selatan, yaitu Sagu. Sumberdaya hutan sagu  di wilayah Sorong Selatan  sebagian besar masih merupakan hutan dan dusun sagu, walaupun beberapa luasan sagu terutama di wilayah Distrik Inanwatan dan sebagian distrik Kais kini telah menjadi areal pengelolaan ANJ Agri-Papua dan Perum Perhutani. 

05 October 2014

KULIAH UMUM BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) DI KAMPUS AKADEMI KOMUNITAS NEGERI SORONG SELATAN

Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) merupakan tanaman penghasil pati yang sangat potensial di masa yang akan datang. Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi hutan sagu. Hasil pemetaan hutan sagu di Kabupaten  Sorong Selatan  oleh Tim Peneliti  Universitas Negeri Papua (UNIPA),  menunjukkan bahwa luas hutan sagu di Kabupaten Sorong Selatan  mencapai 750.000 Hektar. Hutan sagu terluas lainnya terdapat di Kabupaten Meranti, Kepulauan Riau yang mencapai  57.000 Hektar. 
Produktivitas pati  tanaman sagu dapat mencapai 10-15 ton/ha per tahun, namun jika dilakukan penataan  yang baik  potensi  produksinya  dapat meningkat menjadi  20-30 ton/ha per tahun.  Jika dilakukan estimasi antara luas hutan sagu yang dimiliki di Wilayah Sorong Selatan dan disesuaikan dengan kapasitas  produktivitas aci sagu per pohon/ha/ tahun, maka potensi produktivitas aci sagi di Kabupaten Sorong Selatan dapat mencapai  570.000-855.000  ton/ha/tahun atau setara dengan 570-855 metric ton/ha/tahun.  Berdasarkan estimasi diatas maka dapat dikatakan bahwa Sorong Selatan memiliki potensi aci sagu  yang tentunya memiliki nilai strategis baik dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan ataupun peningkatan nilai ekonomi baik dalam skala kabupaten, provinsi atau bahkan nasional. 
Walaupun potensi sagu cukup melimpah di wilayah ini, namun disadari bahwa upaya pengembangan tanaman sagu baik itu dari  hulu hingga hilir belum berjalan maksimal. Upaya pengembangan ini tentunya perlu didukung oleh kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Kapasitas SDM yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan kemampuan masyarakat/penduduk lokal untuk mengkreasikan dan menginovasikan  pengetahuan dan teknologi  pengembangan tanaman sagu .
Dalam rangka pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih focus pada pengembangan tanaman sagu maka salah satu lembaga yang turut berperan penting adalah lembaga pendidikan tinggi termasuk juga didalam nya adalah lembaga pendidikan berbasis Vokasi, Akademi Komunitas. Kampus Akademi Komunitas merupakan lembaga yang diharapkan dapat memainkan peran sebagai tempat  yang tidak hanya menyelenggarakan  pendidikan semata namun diharapkan juga dapat berperan dalam melakukan  penelitian, penemuan, penerapan ilmu pengetahuan  dan teknologi (Learning, Research, Invention and Innovation Science-Technology Center). Kampus Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan (AKNESS) merupakan salah satu bentukan lembaga pendidikan tinggi yang diharapkan dapat memainkan peran tersebut. 
Suasana  Kuliah Tamu Tim BPPT di Kampus AKNESS
Kampus AKNESS dalam melaksanakan pendidikan dan pembinaan bagi mahasiswanya terus berupaya melaksanakan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti diketahui bahwa kini  terdapat banyak lembaga baik itu Perusahaan, LSM, Pusat Studi/Penelitian/Pengkajian dan bahkan pemerintah mulai focus pada komoditi sagu. Salah satu lembaga penelitian yang kini turut konsern pada pengembangan sagu adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).  

Salah satu bentuk komunikasi dan kerjasama awal yang dilakukan antara Kampus AKNESS dengan  BPPT di adalah penyelenggaraan kuliah umum selama 2 hari pada tanggal 23 dan 30 September 2014 di Kampus AKNESS di Teminabuan Sorong Selatan. Topic kuliah umum yang disampaikan oleh Tim  BPPT  (Dr. Ir. Bambang Haryanto dan kawan-kawan) adalah : 1. Sagu sebagai komoditas agroindustri potensial; 2. Pengenalan Teknologi Proses Pengolahan Produk Sagu, 3. Sharing informasi  Metode Inventarisasi Hutan Sagu baik di  Lapangan ataupun  menggunakan Pendekatan Citra Satelit. 

26 September 2014

Profil Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan

Akademi Komunitas (AK) merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi yang diamanahkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Dalam perkembangannya kini, Sorong Selatan sebagai salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah kini telah memiliki perguruan tinggi berbasis pendidikan vokasi yang disebut PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan. PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan adalah kampus binaan Universitas Papua yang dalam perencanaan jangka panjang, kampus PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan  akan disiapkan untuk menjadi satuan kerja (satker) mandiri  persiapan Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan  atau yang disingkat AKNESS.