Mahasiswa PDD-AK Kabupaten
Sorong Selatan, persiapan Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan
(AKNESS) pada semester genap 2017/2018 diberikan kesempatan untuk
melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kota
Ambon. Penentuan lokasi PKL di Kota Ambon didasarkan pada
hasil survey tim pengelola dengan beberapa pertimbangan diantaranya adalah
beragamnya kegiatan pengolahan produk sagu pada beberapa lokasi di
kota Ambon.
ILMU DAN KARYA
Showing posts with label Sorong Selatan. Show all posts
Showing posts with label Sorong Selatan. Show all posts
28 August 2017
Mahasiswa Baru Akness Mengikuti kegiatan PKKMB di Kampus 2 Unipa
Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertujuan untuk
memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses
transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya. Muatan materi dalam kegiatan ini antara
lain tentang pengenalan sistem pendidikan tinggi, kegiatan akademik dan kemahasiswaan, kebijakan kampus, serta materi bela negara, radikalisme, penyalahgunaan narkoba
sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi.
27 August 2017
21 Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan mendapat beasiswa Bidik Misi
Bidikmisi adalah bantuan biaya
pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi
akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi
unggulan sampai lulus tepat waktu.
31 May 2017
Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa PDD AK Kabupaten Sorong Selatan di Kabupaten Luwu Utara
PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan
merupakan salah satu pendidikan vokasi di Provinsi Papua Barat. PDD-AK
Kabupaten Sorong Selatan menyelenggarakan pendidikan vokasi yang focus pada
pengembangan komoditi sagu. Dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, PDD-AK Kabupaten
Sorong Selatan menyelenggarakan kegiatan
Praktek Kerja Lapang (PKL) bagi mahasiswa.
PKL merupakan mata kuliah kerja
yang dilakukan mahasiswa di perusahaan/lembaga lain yang memiliki keterkaitan
keilmuan dan/atau keprofesian dengan latar belakang progam pendidikan
mahasiswa.
Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu daerah
sentra pertumbuhan tanaman sagu. Sebanyak
6 orang mahasiswa PDD AK Kabupaten Sorong Selatan melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan semester genap 2016/2017 di kabupaten ini. Musa Koibur, STP., selaku panitia pelaksana
menjelaskan bahwa PKL mahasiswa PDD AK Kabupaten Sorong Selatan diarahkan ke
Luwu Utara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,
dan keterampilan mahasiswa selain itu mahasiswa diharapkan mampu hidup bermasyarakat
selama kegiatan di Luwu Utara. Melalui kegiatan ini diharapkan juga
dapat membuka jaringan kerjasama antara PDD AK Kabupaten Sorong Selatan dengan
lembaga-lembaga atau instansi terkait yang focus pada pengembangan sagu.
01 February 2017
PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA PDD AK KABUPATEN SORONG SELATAN (AKNESS)
Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan mata kuliah kerja yang dilakukan mahasiswa di perusahaan/lembaga lain yang memiliki keterkaitan keilmuan dan/atau keprofesian dengan latar belakang progam pendidikan mahasiswa.
Kegiatan PKL AKNESS semester genap 205/2016 diselenggarakan di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan. Dalam teknis pelaksanaannya, kegiatan PKL dilaksanakan dalam 3 bentuk kegiatan yaitu kegiatan inventariasi dan pengamatan potensi dusun sagu milik masyarakat, kunjungan lapangan pada Pabrik Sagu milik PT. Perum Perhutani.
17 December 2015
Kuliah Praktek Lapangan Mahasiswa
Akademi
Komunitas Negeri Sorong Selatan memiliki 3 program studi vokasi level diploma II yaitu Program Studi Budidaya Tanaman Sagu, Agribisnis dan
Agroindustri. Dalam proses pendidikan, tiap program studi menerapkan sistem kurikulum agar mahasiswa dapat memiliki kemampuan sesuai standar
kompetensi pada tiap mata kuliah.
15 December 2015
BERBURU CALON MAHASISWA
Dalam tulisan ini, pengelola AKNESS sedikit berbagi cerita kepada para pembaca. Akness adalah
singkatan dari Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan. Akademi ini didirikan pada tahun 2014, dan merupakan program kerjasama Pemda Kabupaten Sorong Selatan dengan
Universitas Papua.
14 December 2015
Penyerahan Penghargaan Universitas Papua kepada Bupati Sorong Selatan, Drs. Otto Ihalauw, MA.
Kampus Akademi Komunitas
Negeri Sorong Selatan kini telah berjalan selama 3 semester. Sejak didirikan
pada tahun 2014, keberadaan kampus
Akness mulai menunjukkan perkembangan. Pendirian Kampus merupakan bagian dari program
kerjasama pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dengan Universitas Papua. Program
ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan
vokasi.
Upaya ini tidak lepas dari
usaha dan komitmen Bupati Sorong Selatan (Drs. Otto Ihalauw, MA). Sebagai
bentuk apresiasi Universitas Papua kepada Bupati Sorong Selatan, Rabu,
11 November 2015, dilaksanakan kegiatan acara ramah tamah dan penyerahan
penghargaan dari Universitas Papua
kepada Bupati Sorong Selatan. Penyerahan
ini dilakukan langsung oleh Pj. Rektor Unipa, Dr.Ir. Onesimus Yoku, MS,
didampingi Wakil Rektor II (Ir. Paulus Chadikun, M.Si) dan Wakil Rektor IV (Ir.
Budianto, MS).
Sagu dalam Kehidupan Masyarakat Papua. Kuliah Umum oleh Drs. Tonce W Krenak di Kampus Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan
Drs.
Wolas T Krenak, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, memberikan
kuliah umum bagi mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan. Dalam
penyampaian materinya, dijelaskan bahwa, tanaman sagu merupakan salah satu
potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Tanaman ini mampu
menampung pati dalam batangnya. Rata-rata daya tampung pati dalam batang
sagu dapat mencapai 700-900 kg.
Tanaman
sagu identik dengan budaya masyarakat Papua. Kabupaten Sorong Selatan merupakan
salah satu wilayah yang memiliki potensi tanaman sagu. Potensi ini
merupakan anugerah dan berkat yang Tuhan berikan kepada masyarakat Papua.
Bagi masyarakat Papua, terlebih khusus masyarakat Sorong Selatan, tanaman
sagu memiliki peran penting dalam pemenuhan kehidupan hidup. Pati tanaman sagu
adalah sumber karbohidrat, daunnya dapat digunakan sebagai atap, untuk beberapa
jenis sagu tertentu, masyarakat menggunakan tulang daunnya sebagai anak
panah. Bagian pelepah daun digunakan sebagai alat bantu dalam proses peramasan
pati sagu.
Di
wilayah Sorong Selatan, tiap marga memiliki dusun sagu. Dusun sagu ini kemudian
dimanfaatkan tidak hanya sebagai sumber pati, namun juga merupakan tempat untuk
melakukan perburuan, baik itu berburu babi hutan, kasuari, ulat sagu dan jenis
hewan liarnya yang dijadikan sebagai bahan pangan sumber protein.
Selain
sumber pati dan hewan buruan, dusun sagu juga merupakan sumber sayuran,
beberapa jenis tanaman tertentu adalah jenis sayuran yang biasanya dipanen oleh
masyarakat sebagai bahan pangan. Jenis sayuran tersebut antara lain pakis
(jenis tanaman paku-pakuan), genemo, dan beberapa jenis tanaman sayuran lainnya
(HT).
| Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan |
| Proses Peramasan Aci Sagu oleh Masyarakat di Kampung Nakna, Sorong Selatan |
03 May 2015
Mengenal Jamur Sagu (Volvariella sp)
Pendahuluan
Jamur sagu merupakan salah satu
jenis jamur edibel yang tumbuh liar pada ampas sagu. Morfologi jamur sagu menyerupai jamur merang
(Volvariella volvacea) memiliki organ yang disebut Volvas sebagai
penciri jamur dari genus Volvariella. Sampai saat ini
jamur sagu masih disebut Volvariella sp. karena
belum dilakukan identifikasi secara
menyeluruh.
Karakteristik Jamur Sagu
Bentuk dan morfologi jamur sagu
yang ditemukan di Kabupaten Yapen, Desa Warari hanya satu jenis yang merupakan
genus dari Volvariella sp. Penampilan morfologi jamur sagu asal Kabupaten Yapen yang tumbuh secara alami dan
pengujian budidaya disajikan pada Gambar 1.
Barahima et al. (2011)
melaporkan bahwa jamur sagu memiliki struktur tubuh buah yang cukup besar.
Panjang stipe antara 7,5-12,5 cm dengan rata-rata 10,5 cm, diameter stipe
antara 0,3-0,7 cm dengan rata-rata 0,44 cm, diameter pileus (tudung)
antara 8-12 cm dengan rata-rata 10,1 cm. Jamur edible lain yang memiliki
kemiripan dengan jamur sagu yaitu V. Volvacea dan V. gloiocephala.
Warna pileus jamur sagu terbagi
menjadi tiga bagian yaitu lingkaran bagian dalam berwarna hitam, lingkaran
bagian tengah berwarna abu-abu, dan lingkaran bagian luar berwarna krem.
Jamur sagu juga memiliki Volvas
yaitu selaput yang membungkus bagian pangkal stipe. Volvas jamur sagu berwarma
krem keputihan dan menyerupai selaput (Gambar 1). Jamur sagu yang ditemukan di
Desa Warari Kecamatan Yapen Selatan, Kabupaten Yapen memiliki bentuk spora
bulat sampai bulat lonjong. Ukuran panjang spora antara 5-10 μm dengan
rata-rata 7,8 μm, diameter spora antara 5-7,5 μm dengan rata-rata 5,5 μm, dan
spora berwarna kuning mengkilap. Ukuran spora jamur sagu sedikit lebih kecil
dibanding dengan spora jamur merang.
Potensi Pengembangan Jamur Sagu di Kabupaten Sorong Selatan
Kabupaten Sorong Selatan memiliki potensi hutan sagu yang melimpah. Proses pemerasan sagu untuk memperoleh aci yang menghasilkan limbah ampas sagu belum banyak dimanfaatkan sebagai media tumbuh untuk budidaya jamur sagu.
Selain di Kabupaten Yapen, Sorong Selatan juga memiliki potensi jamur sagu. Hasil uji pendahuluan menunjukkan jamur sagu dapat tumbuh pada kompos ampas sagu yang dicampur batu kapur. Walaupun demikian upaya pengujian dan perbaikan kualitas nutrisi kompos ela sagu yang baik untuk media tumbuh jamur sagu perlu terus diakukan.
Sumber Pustaka :
Barahima A., Listyorini F H., dan
Martanto E A. 2011. Karakteristik Jamur
Sagu (Volvariella
sp.)
Endemik Papua. Jurnal Natur Indonesia. 13(2): 168-173.
Training Manual on Mushroom Cultivation Technolog Asian and Pacific Centre for
Agricultural Engineering and
Machinery (APCAEM) .
A-7/F, China International Science and
Technology
Convention centre
30 October 2014
Survey Awal Dusun Sagu Persiapan Lokasi Praktek Mahasiswa AKNESS
Pengelola Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan terus berupaya
meningkatkan kapasitas dan layanan pendidikan kepada mahasiswa. Semangat
awal pendirian kampus ini berangkat dari potensi sumber daya lokal di Sorong
Selatan, yaitu Sagu. Sumberdaya hutan sagu di wilayah Sorong Selatan
sebagian besar masih merupakan hutan dan dusun sagu, walaupun beberapa
luasan sagu terutama di wilayah Distrik Inanwatan dan sebagian distrik Kais
kini telah menjadi areal pengelolaan ANJ Agri-Papua dan Perum Perhutani.
05 October 2014
KULIAH UMUM BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) DI KAMPUS AKADEMI KOMUNITAS NEGERI SORONG SELATAN
Sagu (Metroxylon
sagu Rottb.) merupakan tanaman
penghasil pati yang sangat potensial di masa yang akan datang. Kabupaten
Sorong Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi hutan sagu.
Hasil pemetaan hutan sagu di Kabupaten Sorong Selatan oleh Tim Peneliti Universitas Negeri Papua (UNIPA), menunjukkan bahwa luas hutan sagu di Kabupaten
Sorong Selatan mencapai 750.000 Hektar.
Hutan sagu terluas lainnya terdapat di Kabupaten Meranti, Kepulauan Riau yang
mencapai 57.000 Hektar.
Produktivitas
pati tanaman sagu dapat mencapai 10-15 ton/ha per tahun, namun jika dilakukan
penataan yang baik potensi
produksinya dapat meningkat
menjadi 20-30 ton/ha per tahun. Jika dilakukan estimasi antara luas hutan sagu
yang dimiliki di Wilayah Sorong Selatan dan disesuaikan dengan kapasitas produktivitas aci sagu per pohon/ha/ tahun, maka
potensi produktivitas aci sagi di Kabupaten Sorong Selatan dapat mencapai 570.000-855.000 ton/ha/tahun atau setara dengan 570-855
metric ton/ha/tahun. Berdasarkan
estimasi diatas maka dapat dikatakan bahwa Sorong Selatan memiliki potensi aci sagu
yang tentunya memiliki nilai strategis baik
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan ataupun peningkatan nilai ekonomi baik
dalam skala kabupaten, provinsi atau bahkan nasional.
Walaupun
potensi sagu cukup melimpah di wilayah ini, namun disadari bahwa upaya
pengembangan tanaman sagu baik itu dari
hulu hingga hilir belum berjalan maksimal. Upaya pengembangan ini
tentunya perlu didukung oleh kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
Kapasitas SDM yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan kemampuan
masyarakat/penduduk lokal untuk mengkreasikan dan menginovasikan pengetahuan dan teknologi pengembangan tanaman sagu .
Dalam rangka
pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih focus pada
pengembangan tanaman sagu maka salah satu lembaga yang turut berperan penting
adalah lembaga pendidikan tinggi termasuk juga didalam nya adalah lembaga pendidikan berbasis Vokasi, Akademi Komunitas. Kampus Akademi Komunitas merupakan lembaga yang diharapkan dapat memainkan peran
sebagai tempat yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan semata namun diharapkan juga dapat
berperan dalam melakukan penelitian,
penemuan, penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi (Learning, Research, Invention and Innovation Science-Technology Center). Kampus Akademi Komunitas Negeri
Sorong Selatan (AKNESS) merupakan salah satu bentukan lembaga pendidikan tinggi
yang diharapkan dapat memainkan peran tersebut.
| Suasana Kuliah Tamu Tim BPPT di Kampus AKNESS |
Kampus AKNESS dalam melaksanakan pendidikan dan pembinaan bagi mahasiswanya terus
berupaya melaksanakan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti
diketahui bahwa kini terdapat banyak
lembaga baik itu Perusahaan, LSM, Pusat Studi/Penelitian/Pengkajian dan bahkan
pemerintah mulai focus pada komoditi sagu. Salah satu lembaga penelitian yang
kini turut konsern pada pengembangan sagu adalah Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT).
Salah satu
bentuk komunikasi dan kerjasama awal yang dilakukan antara Kampus AKNESS dengan
BPPT di adalah penyelenggaraan kuliah
umum selama 2 hari pada tanggal 23 dan 30 September 2014 di Kampus AKNESS di
Teminabuan Sorong Selatan. Topic kuliah umum yang disampaikan oleh Tim BPPT (Dr.
Ir. Bambang Haryanto dan kawan-kawan) adalah : 1. Sagu sebagai komoditas
agroindustri potensial; 2. Pengenalan Teknologi Proses Pengolahan Produk Sagu, 3. Sharing informasi Metode Inventarisasi Hutan Sagu baik di Lapangan ataupun menggunakan Pendekatan Citra Satelit.
26 September 2014
Profil Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan
Akademi Komunitas (AK) merupakan salah
satu bentuk perguruan tinggi yang diamanahkan berdasarkan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 2012. Dalam perkembangannya kini, Sorong Selatan sebagai salah satu
kabupaten yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah kini telah
memiliki perguruan tinggi berbasis pendidikan vokasi yang disebut PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan. PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan adalah kampus binaan Universitas Papua yang dalam perencanaan jangka panjang, kampus PDD-AK Kabupaten Sorong Selatan akan disiapkan untuk menjadi satuan kerja (satker) mandiri persiapan Akademi
Komunitas Negeri Sorong Selatan atau yang disingkat AKNESS.
Subscribe to:
Posts (Atom)






